Jumat, 12 April 2013

Hujan dari Tuhan, Untukku, Tentangmu

                       Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikkkan1001 kisah.
Tiap tetesnya berbisik lembut di telingaku, menyuarakan nyanyian Tuhan yang membuat aku merindukanmu, rindu mendengus bau tanah setelah hujan bersamamu.
Butir-butir suci hujan yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan hijau. Sejuk dan damai. Seperti melihat matamu, jatuh di dalamnya bersama segala bayangmu.
                     
                        Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah setelah hujan.
Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna yang indah.
Dentingan sisa sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata dan terlelap.
Melodi hidup, nyanyian Tuhan, tangisan bahagiamu disana. Begitulah aku menyebutnya.
Saat semua ketenangan bisa kudapat tanpa harus memikirkan apapun.

                         Jatuh cinta kepadamu tak pernah memiliki syarat, tak pernah memiliki alasan.Perasaan ini dalam.Tulus. Jatuh cinta kepadamu tak pernah menyakitkan justru begitu menyenangkan.Damai.Bahagia.
Seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam hujan.
Seperti menemukan satu kepingan puzzle yang sedang Tuhan susun.
Hujan bukan hal yang istimewa sebelum ada kamu.
Tapi, semuanya berubah. Aku ingin kamu tahu, diam-diam.
Aku selalu menitipkan harapan ke dalam beribu-ribu rintik hujan.

Aku mengenangmu. Aku merindukanmu. Menyayangimu selalu.
Dan, mereka tak perlu tahu.

#hai, aku nulis ini sama nangis waktu hujan. Kangen kamu. Inget dulu. 
Dulu kamu ikut Unas kan vin? udah 3tahun ya :") Aku mau Unas lagi nih.
Kalo waktu itu habis Unas kamu pergi, sekarang habis Unas kamu balik lagi ngga?
Kamu Unas juga ga vin? Tenang disana yaaa. Aku tetep inget kamu.
Ngga gampang vin harus ngerelain kamu gini. Susah.
Apalagi inget yang dulu dulu.Kasar banget kan waktu itu?
Semoga kamu tetep kenang aku, inget semuanya. Besok aku ke rumahmu yaaaa jangan lupa mawar putihnya hehehe :'''''''))))