Senin, 17 Juni 2013

Tolong, mengertilah.

Aku tak pernah sehancur ini saat seseorang pergi dari hidupku. Hari hariku tak seburuk ini setelah kamu pergi. Mataku tak pernah sesembab ini saat seseorang pergi. Dan aku selalu masih berusaha mencari bahagia setelah seseorang pergi.
Tapi entah, saat kamu pergi aku tidak lagi berusaha mencari bahagiaku.

Melihatmu berjalan menjauhiku tak sebiasa yang kamu pikirkan.
Melihatmu merayu banyak perempuan lain rasanya sulit untuk ikut tertawa
Melihatmu seakan tak mengenaliku tak sesederhana kamu melangkahkan kakimu.
Melihatmu kembali dengan duniamu sebelum bersamaku tak semudah yang kamu bayangkan.
Dan harus merelakanmu memiliki seseorang baru tidak semanis yang kamu rasakan.

Setelah kamu pergi, yang jelas aku tidak pernah menyesal pernah menyayangimu.
Setelah kamu pergi, hanya tak ada alasanku untuk bahagia sebagaimanapun kamu pernah menghancurkanku.
Setelah kamu pergi, tak sedikit usahaku untuk berusaha bertahan tanpamu.
Cobalah, pahami perasaanku seperti aku pernah memahami dulu.
Cobalah, lihat kepingan hatiku yang sudah hancur.
Jangan semakin dibuat melebur.

Aku tidak akan memaksamu untuk tetap bersamaku karna aku tahu kita lelah.
Kita lelah berusaha mempersatukan kemauan Tuhan.
Aku dan kamu sama sama lelah mempertahankan kita.
Kita terluka.
Dari sekian lama waktu kita bersama, mengapa harus secepat ini?
Tolong lihat hatiku, tolong rasakan hancurnya.
Kita sama sama terluka, tapi aku yang paling terluka.
Karna aku sempat merasakan bagaimana berjuang di dalam pengabaianmu.

Kamis, 13 Juni 2013

Setidaknya Kamu Mengerti Perasaanku

Hai sudah berapa bulan kita bersama semenjak hatiku memilihmu?
Tidak terasa, ah apa yang bisa membuat waktu terasa begitu lama ketika aku bersamamu?
Semuanya selalu berlalu dengan cepat, indah, dan penuh kenangan.

Semua kenangan kita mungkin tidak akan pernah bisa kulupa, bayangkan saja.
Seandainya kenangan ini buah, berapa kilogram beratnya?
Seandainya kenangan ini jarak, berapa kilometer panjangnya?
Seandainya ini waktu, berapa puluh putaran jarum jam?
Banyak, indah, tak terhingga, membekas.
Tentu, indah.
Memoriku terlalu besar untuk mengingatnya.
Tertawa bersamamu, membuat kita terbang tanpa sayap.
Senang.Bahagia. Ah, kamu memang jagoan untuk bisa membuatku bahagia dengan cara-cara sederhanamu.
Mengertilah, aku tak pernah membutuhkan banyak cara untuk menyebut setiap peristiwa yang kita alami itu kenangan indah.
Karena setiap detiknya, jika bersamamu selalu indah.
Entah tertawa,marah,sedih,bicara bahkan diam pun aku selalu merasa bahagia.
Hal terpahit pun bisa terasa manis  jika itu bersamamu.

Disini bukan aku saja yang bahagia, aku yakin kamu akan menjawab "ya" karna aku percaya dengan hatiku, percaya dengan perasaanku, dan percaya denganmu.
Aku percaya karna, setiap bersamku pun kamu selalu tersenyum.
Dan di balik semuanya, aku selalu meyakinkan hatiku bahwa kau menyayangiku.
Jika banyak orang bertanya mengapa aku begitu?
Aku pasti menjawab, karna kamu penguasa hatiku.
Bagaimana tidak? Aku sendiri tidak tahu karena apa, aku menyayngimu.
Dengan alasan apa aku mempercayaimu?
Dan mengapa harus selama ini bertahan untukmu?
Jika bukan kamu penguasa hatiku. Namun, seluruh perasanku untukmu.
Percayalah. Disini hanya aku dan kamu yang membuat kenangan, bukan mereka.

Melebihi hancur rasanya, jika orang yang benar-benar berarti untukku justru menjadi prang yang benar-benar tak mempercayaiku.
Sebisa mungkin, aku pasti bertahan.
Sebisa mungkin, jika kamu akan pergi pasti aku cegah.
Karna, tak ada alasan lagi untuk tetap bahagia jika tanpamu.
Jika kamu pergi, aku tetap menunggumu kembali.
Jika kamu melupakanku, aku akan berusaha membantu ingatanmu untukku kembali.
Karna aku tau, kamu tidak akan benar-benar pergi.
Karna aku percaya kamu untukku.
Karna aku percaya kamu adalah manusia biasa seperti malaikat dari Tuhan.
Jika tidak, mengapa Tuhan mengizinkan kita membuat terlalu banyak kenangan dan meninggalkan dosa terindah?

Terimakasih untuk semuanya, tetaplah disini lihatlah aku.Tatap mataku, karna dibaliknya selalu ada senyummu. Ada kenangan kita.