Entah bagaimana aku mendeskripsikannya...
Mendeskripsikan seorang manusia yang begitu sederhana di mataku
Mendeskripsikan seseorang yang dulu sempat mengisi hari hariku
Mendeskripsikan seseorang yang memang berarti di hidupku
Mendeskripsikan seseorang yang menjadi warna baru di petualanganku
Yaa kamu....
Aku tidak akan pernah lupa semuanya
Aku masih mengenangmu.....
Aku terlalu mencintaimu..
Mencintai sederhanamu.. Mencintai kekuranganmu
Kamu sederhana sekali sangat sederhana dan itu yang membuatku merasa nyaman di dekatmu...
Mungkin semua harus bangga memilikimu termasuk aku :)
Aku bangga sempat memilikimu :')
Kamu yang selalu membuatku tersenyum walau hanya melihat tatapanmu
Kamu yang selalu membuatku tertawa walau hanya dengan lelucon tak masuk akal mu
Kamu yang selalu membuatku tenang walau hanya dengan kata ' sabar '
Kamu yang selalu membuatku terbangun walau hanya ingin membaca pesan singkatmu
Kamu yang selalu membuatku berhenti berjalan walau hanya dengan kata ' tunggu ya '
Kamu yang selalu membuatku berjalan saat seseorang bilang ' di cari lo '
Kamu yang selalu membuatku menangis walau hanya salah mengirim pesan
Kamu yang selalu membuatku marah walau hanya bilang ' sorry aku mau telvon dia dulu '
Kamu yang selalu membuatku menikmati rindu saat kita tak bertemu
Kamu yang selalu membuatku tertawa walau hanya tanganmu yang mengacak rambutku
Kamu yang selalu membuat jantungku berdetak kencang walau hanya berjalan di sebelahku
Kamu yang selalu menjadi alasan semangat pagiku
Kamu yang selalu menjagaku
Kamu malaikat kecilku
Seseorang yang mungkin dikirim tuhan untukku
Tapi kenapa harus secepat ini tuhan memisahkan ?
Entah...
Minggu, 22 Juli 2012
Aku Bukan Permainanmu !
Mungkin bisa diceritakan hatiku seperti lukisan lalu kau adalah pelukisnya..
Pelukis itu selalu memperadukan berbagai warna sehingga menjadikan beberapa indah di lukisannya..
Sama sepertimu kau selalu mencampurkan warna warna primer sehingga menJadikan banyak warna di hatiku di hariku bahkan di hidupku..
Lalu pelukis itu juga bisa dengan mudahnya mencoret coret lukisannya lalu menyobek kanvasnya lalu membuang kanvas itu ke tempat sampah di sebelahnya..
Sama juga sepertimu kau selalu dengan mudahnya memcoret coret hatiku dengan pisau sehingga meninggalkan bekas luka lalu kau menghancurkan hatiku lalu dengan mudahnya kau melupakan salahmu dan meninggalkanku..
Waw ! satu kata yang bisa aku ucapkan saat itu..
Hebat sekali :")
Kau juga seperti permainan histeria dan aku yang bermain permainan itu..
Pertama, kau membawaku terbang secara perlahan lahan..
Lalu, setelah kita berada di atas kau menjatuhkanku dengan sengaja dan dengan perasaan merinding dengan perasaan takut dan perasaan ingin berteriak sekaligus menangis..
Sama sepertimu, kau mudah sekali membuat hatiku tersusun rapi seperti puzzle baru yang di pampang di toko lalu kau menghancurkan hatiku seperti pecahan piring..
Tolonglah mengertilah jangan semudah itu kau menurunkanku..
Jangan semudah itu kau menghancurkanku (lagi)..
Kau mudah sekali mengajakku terbang lalu kau juga yag menjatuhkanku..
Hatiku bukan kanvas yang semudah itu kau coret kau robek lalu kau buang..
Kalau kau manjadi aku, aku yakin kau tak bisa setegar aku..
Aku terlalu tegar menghadapi semuanya sendiri..
Mengertilah perasaanku jangan jadikan aku permainanmu...
Karna aku bukan permainanmu..
Pelukis itu selalu memperadukan berbagai warna sehingga menjadikan beberapa indah di lukisannya..
Sama sepertimu kau selalu mencampurkan warna warna primer sehingga menJadikan banyak warna di hatiku di hariku bahkan di hidupku..
Lalu pelukis itu juga bisa dengan mudahnya mencoret coret lukisannya lalu menyobek kanvasnya lalu membuang kanvas itu ke tempat sampah di sebelahnya..
Sama juga sepertimu kau selalu dengan mudahnya memcoret coret hatiku dengan pisau sehingga meninggalkan bekas luka lalu kau menghancurkan hatiku lalu dengan mudahnya kau melupakan salahmu dan meninggalkanku..
Waw ! satu kata yang bisa aku ucapkan saat itu..
Hebat sekali :")
Kau juga seperti permainan histeria dan aku yang bermain permainan itu..
Pertama, kau membawaku terbang secara perlahan lahan..
Lalu, setelah kita berada di atas kau menjatuhkanku dengan sengaja dan dengan perasaan merinding dengan perasaan takut dan perasaan ingin berteriak sekaligus menangis..
Sama sepertimu, kau mudah sekali membuat hatiku tersusun rapi seperti puzzle baru yang di pampang di toko lalu kau menghancurkan hatiku seperti pecahan piring..
Tolonglah mengertilah jangan semudah itu kau menurunkanku..
Jangan semudah itu kau menghancurkanku (lagi)..
Kau mudah sekali mengajakku terbang lalu kau juga yag menjatuhkanku..
Hatiku bukan kanvas yang semudah itu kau coret kau robek lalu kau buang..
Kalau kau manjadi aku, aku yakin kau tak bisa setegar aku..
Aku terlalu tegar menghadapi semuanya sendiri..
Mengertilah perasaanku jangan jadikan aku permainanmu...
Karna aku bukan permainanmu..
Sabtu, 21 Juli 2012
Bisakah Ku Ulangi Saat Itu ? (Lagi)
Dahulu kau selalu mengingatku
Dahulu kau selalu merindukanmu
Dahulu kau selalu berkorban untukku
Apakah semua itu masih bisa terjadi sekarang ?
Apakah kau maish mengingatku ?
Apakah kau masih merindukanku ?
Masihkah hatimu untukku ?
Masihkah waktumu untukku ?
atau semuanya sudah kau musnahkan?
Ah mungkin menurutmu itu masa lalu yang harus kau buang jauh jauh
Tak berartikah kenangan kita dulu ?
Tak berartikah kata cinta itu ?
Sudah ? sudah puaskah kau menogobrak abrik hatiku ?
Sudah ? atau mungkin belum ?
Aku masih bertahan disini, entah untuk apa
mungkin menantimu kembali :")
Menanti masa kita bisa bersama lagi..
Menanti masa kita bisa saling mengerti lagi..
Menanti masa dimana hanya kau dan aku saja..
Menanti masa dimana tanganmu menggenggam erat jemariku..
Menanti masa dimana saat indah itu terulang lagi..
Alunan suara merdu gitarmu..
Bisakah kita mengulangnya ?
Bisakah aku mengulanginya bersamamu ?
Bisakah ?
Sekali lagi, kumohon...
Langganan:
Postingan (Atom)