Hari itu entah aku sudah melakukan kesalahan apa aku sendiri tidak tau..
Entah itu permainan kata mereka atau kekhilafanku..
Aku berusaha kuat dan mengerti pembicaraan mereka
Aku berusaha tidak meneteskan air mata di depan mereka
Aku berusaha tegar dan terus mendengarnya
Aku memang berhasil, aku berhasil tidak menetskan air itu dari mataku di depan mereka..
Hingga satu kata yang mereka ucapkan benar benar menusuk perasaanku
Saat itu juga aku merasa tidak pernah membuat mereka bangga
Aku sadar, aku tidak seperti mereka semua....
------------------------
Aku membenamkan wajahku pada satu teman tidurku
Dan di ruangan ini aku membebaskan piikiranku
Aku meliarkan air mataku
Aku seperti orang gila yang kehabisan teman
Mungkin hanya merka, beberapa benda mati yang bisa mengerti perasaanku
Yang tau kebahagiaan bahkan kesedihanku
-----------------------
Ketika aku merasa tak punya siapa siapa
Ketika semua orang sibuk dengan urusan mereka sendiri
Aku berusaha mengerti dan menyibukkan diriku terbang bersama khayalan khayalanku
Ketika aku membutuhkan seseorang dan tidaka ada satupun yang ada untukku
Aku berusaha tegar dan mencoba menghadapi semua sendiri
Masih kurang tegarkah aku?
--------------------------------
Aku berusaha mengerti mereka yang membesarkanku
Aku berusaha menuruti kemauan mereka
Mereka bilang aku tidak pernah menghargai mereka tanpa merwka tau sebenarnya aku sudah berusaha membalas jasa mereka
Ketika mereka tak pernah menganggap aku ada
Aku masih menganggap mereka malaikat yang menyayangiku
Ketika mereka beradu mulut dan aku dengan setia mendengarkan perdebatan mereka
Ketika aku bercerita tentang jalan fikiranku
Mereka tak pernah setuju dengan caraku
Ketika aku merasa sendiri
Mereka tak pernah menemaniku
Sebegini rumitnya lah jadi seorang aku?
Sebegini tersiksanya kah jadi seorang korban perceraian kedua orangtuanya?
Entah, , mungkin waktu yang menjawab
Aku berusaha mengerti mereka
Aku berusaha mengerti perasaan mereka
Aku berusaha mengikuti jalan mereka
Aku berusaha menerima kenyataan
Aku berusaha menerima semuanya
Aku masih berusaha.....
Dan aku hatus membuktikan, akupun bisa menjadi yang terbaik dari semua teman temanku diluar sana
Aku smaa seperti mereka
Hanya berbeda dari segi perhatian orang tua
Aku yakin Tuhan tetap bersamaku, Tuhan tetap disampingku apapun yang terjadi padaku
Aku berusaha membanggakan mereka yang memang tak pernah bangga denganku
Aku berusaha menjadi yang terbaik agar mereka sedikit mengerti usahaku untuk membalas jasa mereka
-----------------------------
Terimakasih Tuhan, Terimakasih ayah, Terimakasih ibu kalian mengajariku arti kesendirian, goresan hati dan usaha :))))
Bisakah semuanya kembali seperti dulu ? Aku merindukan semuanya :')
Entah kuserahkan semuanya pada Tuhan dan waktu :')
Kamis, 30 Agustus 2012
Senin, 06 Agustus 2012
Autumn In Paris ~ Ilana Tan :')
"Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai ?"
Aku memang baru mengenalnya, tapi rasanya aku sudah mengenalnya seumur hidupku.
Dan tiba-tiba saja aku sadar dia telah menjadi bagian yang sangat penting dalam hidupku.
Ketika aku memutuskan untuk mencoba keberuntunganku.
Bintang keberuntunganku ternyata sedang bersinar terang saat itu.
Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, terkadang pula hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi.
Ketika aku menyadari dialah satu satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku.
Dia juga satu satunya orang yang tak boleh aku dapatkan.
Kata kataku mungkin terdengar tidak masuk akal, tapi percayalah!
Aku rela melepaskan apa saja, melakukan apa saja, asal dia bersamaku.
Tetapi apakah manusia bisa mengubah kenyataan ?
Satu satunya yang bisa aku lakukan sekarang adalah keluar dari hidupnya.
Aku tidak akan melupakan dirinya, tetapi aku harus melupakan perasaanku padanya walaupun itu berarti aku harus menghabiskan sisa hidupku aku akan melakukannya.
Pasti butuh waktu lama sebelum aku bisa menatapnya tanpa merasakan apa yang aku rasakan setiap kali aku melihatnya.
Mungkin suatu hari nanti.... Aku tidak tahu kapan... Rasa sakit ini akan hilang dan saat itu kami baru akan bertemu kembali.
SEKARANG.. SAAT INI SAJA AKU INGIN BERSIKAP EGOIS! Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal usulku bahkan latar belakangku.
Tanpa beban, ataupun harapan, aku ingin mengaku... "AKU MENCINTAINYA"
Langganan:
Postingan (Atom)