Kamis, 30 Agustus 2012

Sebegini Rumitnya kah Jadi Seorang Aku

Hari itu entah aku sudah melakukan kesalahan apa aku sendiri tidak tau..
Entah itu permainan kata mereka atau kekhilafanku..
Aku berusaha kuat dan mengerti pembicaraan mereka
Aku berusaha tidak meneteskan air mata di depan mereka
Aku berusaha tegar dan terus mendengarnya
Aku memang berhasil, aku berhasil tidak menetskan air itu dari mataku di depan mereka..
Hingga satu kata yang mereka ucapkan benar benar menusuk perasaanku
Saat itu juga aku merasa tidak pernah membuat mereka bangga
Aku sadar, aku tidak seperti mereka semua....
                                                      ------------------------
Aku membenamkan wajahku pada satu teman tidurku
Dan di ruangan ini aku membebaskan piikiranku
Aku meliarkan air mataku
Aku seperti orang gila yang kehabisan teman
Mungkin hanya merka, beberapa benda mati yang bisa mengerti perasaanku
Yang tau kebahagiaan bahkan kesedihanku
                                                       -----------------------
Ketika aku merasa tak punya siapa siapa
Ketika semua orang sibuk dengan urusan mereka sendiri
Aku berusaha mengerti dan menyibukkan diriku terbang bersama khayalan khayalanku
Ketika aku membutuhkan seseorang dan tidaka ada satupun yang ada untukku
Aku berusaha tegar dan mencoba menghadapi semua sendiri
Masih kurang tegarkah aku?
                                                       --------------------------------
Aku berusaha mengerti mereka yang membesarkanku
Aku berusaha menuruti kemauan mereka
Mereka bilang aku tidak pernah menghargai mereka tanpa merwka tau sebenarnya aku sudah berusaha membalas jasa mereka
Ketika mereka tak pernah menganggap aku ada
Aku masih menganggap mereka malaikat yang menyayangiku
Ketika mereka beradu mulut dan aku dengan setia mendengarkan perdebatan mereka
Ketika aku bercerita tentang jalan fikiranku
Mereka tak pernah setuju dengan caraku
Ketika aku merasa sendiri
Mereka tak pernah menemaniku
Sebegini rumitnya lah jadi seorang aku?
Sebegini tersiksanya kah jadi seorang korban perceraian kedua orangtuanya?
Entah, , mungkin waktu yang menjawab
Aku berusaha mengerti mereka
Aku berusaha mengerti perasaan mereka
Aku berusaha mengikuti jalan mereka
Aku berusaha menerima kenyataan
Aku berusaha menerima semuanya
Aku masih berusaha.....
Dan aku hatus membuktikan, akupun bisa menjadi yang terbaik dari semua teman temanku diluar sana
Aku smaa seperti mereka
Hanya berbeda dari segi perhatian orang tua
Aku yakin Tuhan tetap bersamaku, Tuhan tetap disampingku apapun yang terjadi padaku
Aku berusaha membanggakan mereka yang memang tak pernah bangga denganku
Aku berusaha menjadi yang terbaik agar mereka sedikit mengerti usahaku untuk membalas jasa mereka
                                                              -----------------------------
Terimakasih Tuhan, Terimakasih ayah, Terimakasih ibu kalian mengajariku arti kesendirian, goresan hati dan usaha :))))
Bisakah semuanya kembali seperti dulu ? Aku merindukan semuanya :')
Entah kuserahkan semuanya pada Tuhan dan waktu :')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar