Mungkin bisa diceritakan hatiku seperti lukisan lalu kau adalah pelukisnya..
Pelukis itu selalu memperadukan berbagai warna sehingga menjadikan beberapa indah di lukisannya..
Sama sepertimu kau selalu mencampurkan
warna warna primer sehingga menJadikan banyak warna di hatiku di hariku
bahkan di hidupku..
Lalu pelukis itu juga bisa dengan
mudahnya mencoret coret lukisannya lalu menyobek kanvasnya lalu
membuang kanvas itu ke tempat sampah di sebelahnya..
Sama juga sepertimu kau selalu dengan
mudahnya memcoret coret hatiku dengan pisau sehingga meninggalkan bekas
luka lalu kau menghancurkan hatiku lalu dengan mudahnya kau melupakan
salahmu dan meninggalkanku..
Waw ! satu kata yang bisa aku ucapkan saat itu..
Hebat sekali :")
Kau juga seperti permainan histeria dan aku yang bermain permainan itu..
Pertama, kau membawaku terbang secara perlahan lahan..
Lalu, setelah kita berada di atas kau
menjatuhkanku dengan sengaja dan dengan perasaan merinding dengan
perasaan takut dan perasaan ingin berteriak sekaligus menangis..
Sama sepertimu, kau mudah sekali
membuat hatiku tersusun rapi seperti puzzle baru yang di pampang di
toko lalu kau menghancurkan hatiku seperti pecahan piring..
Tolonglah mengertilah jangan semudah itu kau menurunkanku..
Jangan semudah itu kau menghancurkanku (lagi)..
Kau mudah sekali mengajakku terbang lalu kau juga yag menjatuhkanku..
Hatiku bukan kanvas yang semudah itu kau coret kau robek lalu kau buang..
Kalau kau manjadi aku, aku yakin kau tak bisa setegar aku..
Aku terlalu tegar menghadapi semuanya sendiri..
Mengertilah perasaanku jangan jadikan aku permainanmu...
Karna aku bukan permainanmu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar