Kamis, 13 Juni 2013

Setidaknya Kamu Mengerti Perasaanku

Hai sudah berapa bulan kita bersama semenjak hatiku memilihmu?
Tidak terasa, ah apa yang bisa membuat waktu terasa begitu lama ketika aku bersamamu?
Semuanya selalu berlalu dengan cepat, indah, dan penuh kenangan.

Semua kenangan kita mungkin tidak akan pernah bisa kulupa, bayangkan saja.
Seandainya kenangan ini buah, berapa kilogram beratnya?
Seandainya kenangan ini jarak, berapa kilometer panjangnya?
Seandainya ini waktu, berapa puluh putaran jarum jam?
Banyak, indah, tak terhingga, membekas.
Tentu, indah.
Memoriku terlalu besar untuk mengingatnya.
Tertawa bersamamu, membuat kita terbang tanpa sayap.
Senang.Bahagia. Ah, kamu memang jagoan untuk bisa membuatku bahagia dengan cara-cara sederhanamu.
Mengertilah, aku tak pernah membutuhkan banyak cara untuk menyebut setiap peristiwa yang kita alami itu kenangan indah.
Karena setiap detiknya, jika bersamamu selalu indah.
Entah tertawa,marah,sedih,bicara bahkan diam pun aku selalu merasa bahagia.
Hal terpahit pun bisa terasa manis  jika itu bersamamu.

Disini bukan aku saja yang bahagia, aku yakin kamu akan menjawab "ya" karna aku percaya dengan hatiku, percaya dengan perasaanku, dan percaya denganmu.
Aku percaya karna, setiap bersamku pun kamu selalu tersenyum.
Dan di balik semuanya, aku selalu meyakinkan hatiku bahwa kau menyayangiku.
Jika banyak orang bertanya mengapa aku begitu?
Aku pasti menjawab, karna kamu penguasa hatiku.
Bagaimana tidak? Aku sendiri tidak tahu karena apa, aku menyayngimu.
Dengan alasan apa aku mempercayaimu?
Dan mengapa harus selama ini bertahan untukmu?
Jika bukan kamu penguasa hatiku. Namun, seluruh perasanku untukmu.
Percayalah. Disini hanya aku dan kamu yang membuat kenangan, bukan mereka.

Melebihi hancur rasanya, jika orang yang benar-benar berarti untukku justru menjadi prang yang benar-benar tak mempercayaiku.
Sebisa mungkin, aku pasti bertahan.
Sebisa mungkin, jika kamu akan pergi pasti aku cegah.
Karna, tak ada alasan lagi untuk tetap bahagia jika tanpamu.
Jika kamu pergi, aku tetap menunggumu kembali.
Jika kamu melupakanku, aku akan berusaha membantu ingatanmu untukku kembali.
Karna aku tau, kamu tidak akan benar-benar pergi.
Karna aku percaya kamu untukku.
Karna aku percaya kamu adalah manusia biasa seperti malaikat dari Tuhan.
Jika tidak, mengapa Tuhan mengizinkan kita membuat terlalu banyak kenangan dan meninggalkan dosa terindah?

Terimakasih untuk semuanya, tetaplah disini lihatlah aku.Tatap mataku, karna dibaliknya selalu ada senyummu. Ada kenangan kita.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar