Senin, 30 September 2013

Ajari Aku Bahagia

Setelah bertahun tahun kita tidak lagi bersama, ternyata tanpa aku disadari hatiku masih memilihmu untuk mejadi sandaran.
Padahal, kita sudah tidak lagi menanyakan kabar masing-masing.
Tidak lagi saling tersenyum walau hanya lewat lelucon sederhanamu dalam pesan singkat.
Tidak lagi saling menemani saat malam tiba.
Tidak lagi berbagi cerita.
Tidak lagi saling merindu.
Mungkin, tidak lagi saling kenal.
Ya, aku dan kamu penghianat. Benar kan? Aku dan kamu pintar berbohong pada dunia.
Pada mereka di luar sana. Tapi, aku dan kamu tidak akan pernah bisa berbohong pada hati kita.

Aku selalu berusaha melupakanmu, merelakanmu menggenggam tangan orang lain, melihat bahumu yang sudah tidak menjadi milikku.
Tidak ada perpisahan tanpa air mata bukan?
Jika saja kamu masih bisa merasakan perasaanku, jika saja kamu masih mau mendengar ceritaku, cerita tentang perasaanku. Seandainya.
Kamu tidak akan pernah tahu bagaimana usahaku memperjuangkan kebahagiaanku tanpa kamu bersamaku.
Senyumku tak lagi selebar saat bersamamu.
Mataku tak lagi sebening saat bersamamu.
Aku sendiri. Aku ingin bahagia meskipun tanpamu.
Ajari aku rasanya bahagia.
Atau senyummu sekarang juga menipu?
Entah, mengapa selalu ada perasaan jika kamu masih milikku.
Aku merindukanmu masa laluku. Aku merindukan sosokmu yang tak pernah menjadi nyata untukku saat ini.
Sosokmu yang tiba-tiba pergi saat aku benar-benar membutuhkanmu.
Saat kepergianmu meninggalkan luka yang dalam tanpa pernah ada satu orang pun yang bisa menyembuhkannya.
Senyummu yang terlalu indah, kelopak matamu yang seterang cahaya bintang, suaramu yang membuatku tenang. Tidak ada lagi orang sepertimu.
Aku hanya ingin bahagia bersamamu seperti dulu.
Aku hanya ingin merasakan senyum indahmu untukku.
Aku masih ingin merasakan dekapanmu walau hanya dalam anganku.
Aku masih ingin, kita saling merindu.
Aku masih ingin genggaman tanganmu untukku.
Aku masih ingin memelukmu dengan erat.
Aku masih ingin merasakan semuanya seperti dulu.
Tak ada lagi yang sepertimu. Tidak akan pernah ada.
Ajari aku bahagia dengan yang lain meskipun tidak sepertimu, karena kamu yang terbaik.
Jika ada yang lebih baik itu tidak akan lebih dari kamu.
Ajari aku bahagia melalui senyuman bibirmu yang tidak akan pernah bisa terlupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar