Apakah ada yang lebih tulus dari berjuang dalam sebuah pengabaian?
Aku mengenangmu masa laluku. Tidak semua hal yang sudah terjadi mudah terlupakan bukan?
Perasaanku masih sama, sama seperti dulu. Seperti saat bersamamu.
Walaupun banyak hati yang pernah aku singgahi dalam perjalananku melupakanmu.
Nyatanya, tidak seorang pun yang bisa menerimaku seperti kamu.
Nyatanya, tidak seorang pun yang bisa membuatku tersenyum seperti saat denganmu.
Ketika aku memutuskan kembali bersamamu, mungkin kamu sudah bersama yang lain.
Aku tahu, melupakan semua kesalahanku bukan hal mudah juga.
Tapi, kamu juga harus tahu kembali memperjuangkanmu dalam sebuah pengabaian juga sulit untuk seorang wanita lemah sepertiku.
Harus kuakui, kamu segalanya.
Air mataku tidak bisa berhenti menetes setiap kali aku melihatmu berjalan di mimppiku.
Setiap kali sosokmu menjadi hantu di tengah malamku.
Setiap kali lagu kenangan kita terdengar.
Setiap kali seseorang menyebut namamu.
Setiap kali hujan turun. Dan membuatku kembali mengenang kita.
Kembali merasakan hati yang teriris dengan tipis.
Tentang dusta pada diri sendiri.
Aku pergi dengan luka yang membekas bukan?
Kini, aku kembali untuk mengobati lukamu.
Jangan paksa perasaanmu untukku.
Jika aku tulus, seharusnya kamu juga tulus kan?
Aku tahu perasaanmu.
Aku tahu hancurnya perasaanmu.
Aku mengerti. Tolong beri aku waktu untuk menjelaskan semua maksudku.
Dengarkan aku, dengarkan hatiku. Aku akan bertahan dalam pengabaianmu.
Tulisan ini, tentangmu.
Tulisan ini ada, karenamu.
Berhentilah mencari persinggahan lain, karna....
Aku disini untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar