Kamis, 13 Juni 2013

Setidaknya Kamu Mengerti Perasaanku

Hai sudah berapa bulan kita bersama semenjak hatiku memilihmu?
Tidak terasa, ah apa yang bisa membuat waktu terasa begitu lama ketika aku bersamamu?
Semuanya selalu berlalu dengan cepat, indah, dan penuh kenangan.

Semua kenangan kita mungkin tidak akan pernah bisa kulupa, bayangkan saja.
Seandainya kenangan ini buah, berapa kilogram beratnya?
Seandainya kenangan ini jarak, berapa kilometer panjangnya?
Seandainya ini waktu, berapa puluh putaran jarum jam?
Banyak, indah, tak terhingga, membekas.
Tentu, indah.
Memoriku terlalu besar untuk mengingatnya.
Tertawa bersamamu, membuat kita terbang tanpa sayap.
Senang.Bahagia. Ah, kamu memang jagoan untuk bisa membuatku bahagia dengan cara-cara sederhanamu.
Mengertilah, aku tak pernah membutuhkan banyak cara untuk menyebut setiap peristiwa yang kita alami itu kenangan indah.
Karena setiap detiknya, jika bersamamu selalu indah.
Entah tertawa,marah,sedih,bicara bahkan diam pun aku selalu merasa bahagia.
Hal terpahit pun bisa terasa manis  jika itu bersamamu.

Disini bukan aku saja yang bahagia, aku yakin kamu akan menjawab "ya" karna aku percaya dengan hatiku, percaya dengan perasaanku, dan percaya denganmu.
Aku percaya karna, setiap bersamku pun kamu selalu tersenyum.
Dan di balik semuanya, aku selalu meyakinkan hatiku bahwa kau menyayangiku.
Jika banyak orang bertanya mengapa aku begitu?
Aku pasti menjawab, karna kamu penguasa hatiku.
Bagaimana tidak? Aku sendiri tidak tahu karena apa, aku menyayngimu.
Dengan alasan apa aku mempercayaimu?
Dan mengapa harus selama ini bertahan untukmu?
Jika bukan kamu penguasa hatiku. Namun, seluruh perasanku untukmu.
Percayalah. Disini hanya aku dan kamu yang membuat kenangan, bukan mereka.

Melebihi hancur rasanya, jika orang yang benar-benar berarti untukku justru menjadi prang yang benar-benar tak mempercayaiku.
Sebisa mungkin, aku pasti bertahan.
Sebisa mungkin, jika kamu akan pergi pasti aku cegah.
Karna, tak ada alasan lagi untuk tetap bahagia jika tanpamu.
Jika kamu pergi, aku tetap menunggumu kembali.
Jika kamu melupakanku, aku akan berusaha membantu ingatanmu untukku kembali.
Karna aku tau, kamu tidak akan benar-benar pergi.
Karna aku percaya kamu untukku.
Karna aku percaya kamu adalah manusia biasa seperti malaikat dari Tuhan.
Jika tidak, mengapa Tuhan mengizinkan kita membuat terlalu banyak kenangan dan meninggalkan dosa terindah?

Terimakasih untuk semuanya, tetaplah disini lihatlah aku.Tatap mataku, karna dibaliknya selalu ada senyummu. Ada kenangan kita.


Selasa, 28 Mei 2013

No Tittle aja deh

Halo, kayanya aku gapernah deh curhat di blogku.
Yaaaa emang sih semua tulisannya dari hati, tapi kali ini bener bener hatiku. Daniar Atika Utami.
Nama panjangku. Panggil Tika aja biar lebih akrab :)
Buat yg baca ini, kalian pasti tau apa maksutku.
Aku sengaja tulis ini soalnya aku tau ga banyak yg baca blog ini :D
Aku punya niat curhat di blog ini itu karna aku ngerasa disini gaada yg bener bener bisa di percaya.
Semuanya penghianat. Dan aku ga terlalu pinter deh kayanya nyimpen masalahku sendiri.
Yaaaaa, aku emang punya Allah. Tapi aku gamau ngeluh lah sama Allah, Allah tau hidupku.
Dan aku suka sama kejutan, biar aja aku nganggep ini kejutan.

Pertama harusnya orang tua ya hehe.
Tapi untuk part ini di skip aja deh. Ini bener bener rahasiaku.

Dan kali ini, aku mau cerita tentang temen. Menurut kalian temen itu penting ga?
Kalo menurut aku sendiri sih, kadang penting kadang engga.
Pentingnya nih buat temen curhat, bener kan?
Nah ini yang mau aku ceritain. Curhat ke temen.
Hahaha aku kapok curhat ke temen sendiri temen deket padahal. Harusnya makin nyaman kan?
Kalo yang aku rasain sih curhat ke temen sendiri itu bikin benci.sakit hati.
Dulu aku punya temen, gausah di sebutin deh namanya soalnya ini jelek hihi.
Aku ngerasa aja sih dia bisa di percaya, karna kita deket pake banget. Rumah juga deketan.
Dia juga make jilbab di sekolah, ga bermaksut apa apa nih. Kayanya emang bener deh kalo penampilan belum tentu sama hatinya.
Jadi temenku itu, nusuk aku sendiri. Ih gimana engga, dia pengen hubunganku sama orang yg jadi alasanku bertahan selama ini itu hancur.
Gila, bayangin! Sakit banget kan? Temen sendiri coy.
Oke fine, akhirnya aku males curhat curhat lagi sama temen.
Ya anggep aja aku sendirian ya disini.

Terus, aku punya temen deket nih dalam tanda kutip sih anggep aja pcr gitu hehe.
Sumpah demi apaaaaa, sayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaang bangeeeeet.
Apa sih menurutku, dia nih everything lah.
Bisa jadi dokter,komedian,guru. Gapernah nyesel deh pernah punya dia.
Dan sekarang, dia emang bener bener berperan penting buat senyum lagi.
Gimana engga, alesanku satu satunya buat ketawa cuma dia.
Waktu semua isi rumah, bahkan dunia jadi moodbreaker.
Aku gapernah absen merapal namanya dalam doaku.
Lalu, ketika dia alasanku. Apa jadinya aku sendiri?
Waktu, orang tua, temen, kamu dyt, bahkan dunia ga di pihakku?
Mati? Semua orang pasti mikir gitu kan?
Kadang aku juga mikir mati itu enak, tapi aku pernah ngerasain kehilangan orang buat selamanya.
Dan aku nyesel walaupun waktu orang itu pergi aku bener bener benci dia. Kevin.
Itu namanya, aku bener bener benci kevin waktu itu.
Tapi nyatanya? Aku kangen dia sekarang. Dan aku pernah punya fikiran kalo aku mati, orang yg sayang aku pasti sedih, orang yang bikin aku marah pasti nyesel yaa sedih gitu intinya.
Aku gamau mereka sedih, segimanapun mereka sama aku.
Aku kuat, aku tegar. Aku emang belum bisa sendiri tanpa orang tuaku dan taanpa kamu.
Tapi aku bisa tanpa mereka. Karna alasanku itu orang tuaku dan kamu bukan mereka.
Aku emang butuh temen, tapi selama temen itu tetep nusuk sama kaya temenku berjilbab yg satu itu.
Buat apa aku punya temen? Yang ada malah bikin sakit kan?

Udah ah segini aja kapan kapan lagi hehe

Minggu, 26 Mei 2013

Ini kamu,untukku.

Cinta.Pahit, manis, asam, bahagia,marah, bersedih, menangis, terseyum, tertawa, gila, kacau,buta,  semangat, terpuruk, penenang, obat, narkoba, ketagihan, setia, selingkuh, dokter, musuh, polisi, pembunuh. 
Begitulah cinta.

Aku.Aku merasakan cinta. Cinta untuk Tuhanku, orang tuaku, kekasihku, diriku.
Awalnya, aku memang tidak mengerti apa itu cinta.Bagaimana rasanya,bagaimana senangnya, bagaimana sedihnya, bagaimana perjuangannya. Karna cinta butuh pengorbanan.
Aku merasakan cinta saat pertama kali aku menatap matamu.Dalam.
Aku menyayangimu begitu tulus, dan dalam.
Aku menyayangimu tanpa perlu mencari alasan.
Aku menyayangimu tanpa melihat lebihmu.
Aku menyayangimu tanpa pernah aku menerangkan dengan jelas.
Aku menyayangimu tanpa satu hal pun yang bisa membuatku melepaskanmu.

Bagaimana mungkin aku menjelaskannya? Jika semua perhatianku sudah cukup menjelaskan bagaimana aku menyayangimu. Bagaimana aku membutuhkanmu.

Aku tidak pernah memikirkan kamu setiap malam sebelumnya.
Tak pernah ada rasa lebih sebelum ini.
Tapi kamu datang disaat aku benar benar sendiri, disaat aku membutuhkan orang untuk membuatku lupa masa laluku.
Nyatanya, memang kamu yang di berkahi Tuhan.

Kamu bukan malaikat.
Kamu bukan dewa.
Kamu bukan pujangga cinta. Bukan pemulis novel romantis.
Bukan komedian.
Bukan dokter.

Tapi...............
Kamu adalah seorang biasa seperti ibuku seperti malaikat yang datang atas berkah Tuhan.
Kamu adalah seorang biasa yang memiliki seluruh hatiku seperti dewa penguasa wilayah.
Kamu adalah seorang biasa yang membuatku seperti bidadari surga tanpa harus membuat rangkaian kalimat indah seperti pujangga cinta atau penulis novel romantis.
Kamu seorang biasa yang bisa membuatku tertawa dalam keadaan terpuruk sekalipun tanpa harus menjadi komedian terlucu.
Kamu juga bukan dokter yang bisa menyembuhkan lukaku dengan cepat kamu hanya seorang biasa.

Tapi kamu menjadi luar biasa untukku. Karna aku mencintaimu dengan cara sederhana tapi luar biasa.
Tetap disini bersamaku. Karna aku yakin kamu untukku dan Aku mencintaimu.

Jumat, 12 April 2013

Hujan dari Tuhan, Untukku, Tentangmu

                       Bagiku, hujan menyimpan senandung liar yang membisikkkan1001 kisah.
Tiap tetesnya berbisik lembut di telingaku, menyuarakan nyanyian Tuhan yang membuat aku merindukanmu, rindu mendengus bau tanah setelah hujan bersamamu.
Butir-butir suci hujan yang jatuh menapak diatas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan hijau. Sejuk dan damai. Seperti melihat matamu, jatuh di dalamnya bersama segala bayangmu.
                     
                        Aku bisa merasakan senja yang bercampur bau tanah setelah hujan.
Seperti kanvas putih yang tersapu warna-warna yang indah.
Dentingan sisa sisa titik hujan di atas atap terasa seperti seruling alam yang bisa membuatku memejamkan mata dan terlelap.
Melodi hidup, nyanyian Tuhan, tangisan bahagiamu disana. Begitulah aku menyebutnya.
Saat semua ketenangan bisa kudapat tanpa harus memikirkan apapun.

                         Jatuh cinta kepadamu tak pernah memiliki syarat, tak pernah memiliki alasan.Perasaan ini dalam.Tulus. Jatuh cinta kepadamu tak pernah menyakitkan justru begitu menyenangkan.Damai.Bahagia.
Seperti meringkuk dalam selimut hangat pada malam hujan.
Seperti menemukan satu kepingan puzzle yang sedang Tuhan susun.
Hujan bukan hal yang istimewa sebelum ada kamu.
Tapi, semuanya berubah. Aku ingin kamu tahu, diam-diam.
Aku selalu menitipkan harapan ke dalam beribu-ribu rintik hujan.

Aku mengenangmu. Aku merindukanmu. Menyayangimu selalu.
Dan, mereka tak perlu tahu.

#hai, aku nulis ini sama nangis waktu hujan. Kangen kamu. Inget dulu. 
Dulu kamu ikut Unas kan vin? udah 3tahun ya :") Aku mau Unas lagi nih.
Kalo waktu itu habis Unas kamu pergi, sekarang habis Unas kamu balik lagi ngga?
Kamu Unas juga ga vin? Tenang disana yaaa. Aku tetep inget kamu.
Ngga gampang vin harus ngerelain kamu gini. Susah.
Apalagi inget yang dulu dulu.Kasar banget kan waktu itu?
Semoga kamu tetep kenang aku, inget semuanya. Besok aku ke rumahmu yaaaa jangan lupa mawar putihnya hehehe :'''''''))))

Jumat, 08 Februari 2013

Malaikat Tanpa Sayap

Aku adalah remaja kecil yang baru merasakan asiknya menjadi seorang pelajar berseragam putih abu-abu.
Panggil saja aku Nelia.
Sederhana bukan? Menurut beberapa orang yang mengetahui namaku, namaku sangat sederhana namun indah.
Aku sendiri pernah mempunyai perasaan seperti itu aku merasa namaku memang indah tapi mungkin jalan hidupku tak seindah namaku.
Sejak kecil aku sudah tingal di panti asuhan. Menurut kepala panti asuhanku, aku adalah anak yatim piatu yang ditingal orang tuaku pergi ke surga.
Entah mengapa Tuhan menginginkan mereka ketika aku benar benar membutuhkan mereka untuk mengenal dunia.
Tapi, kenyataannya aku bahagia disini.
Aku merasakan keluarga yang utuh sama seperti mereka yang tidak bertempat tingal di panti asuhan.
Tapi, kehidupanku berbeda jauh dengan mereka.
Bukan karena materi atau status sosial tapi karna sejak aku kecil aku telah di vonis tidak sama dengan mereka karena penyakitku.
Sel kanker yang ada di dalam tubuhku ini sudah hampir memasuki stadium lanjut ketika aku duduk di bangku SMP. Aku memang sempat putus asa karena penyakitku, tapi apapun yang aku miliki sekarang membuatku kembali merasa kuat dan tegar.
Apalagi setelah aku merasakan jatuh cinta.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini aku resmi menjadi siswi kelas 3SMP yang akan melanjutkan sekolah di tingkat SMA.
Aku memang memiliki banyak teman. Tapi aku merasa tak punya teman dekat atau bahkan bisa di bilang sahabat.
Tiba - tiba perasaan aneh menyerangku ketika aku melihat ada siswa baru di sekolahku.
Tanpa membutuhkan usaha yang sulit, aku telah mengetahui namanya.
David. Satu - satunya laki laki yang membuatku merasakan perasaan aneh.
Entah bagaimana caranya Tuhan mempermainkan perasaan ini, tapi yang jelas dalam tanda kutip David menjadi semangatku utnuk menjalani hidup secara diam - diam.
Takdir Tuhan terlalu indah untuk saat ini, aku dekat dengan David entah apa yang membuatku merasa nyaman saat bersamanya.
Tiba - tiba rasa takut kehilangan diam - diam mengerogoti hatiku.
Semakin lama, aku semakin dekat dengan David entah bagaimana cara menceritakannya.
Dan semakin lama pula aku bersamanya, maka perasaan takut kehilangan semakin besar padahal sudah jelas - jelas aku tak memilikinya.
Aku tak pernah berharap lebih uintuk bisa bersamanya, karena aku tahu hidupku tak seindah hidup perempuan perempuan lain yang menyukainya.
Aku takut berharap lebih, tapi setiap aku tak ingin berharap. Ia semakin membuatku berharap.

 ------------------------------------------------------------------------------

"Nelia aku boleh ngomong sesuatu?" tanya David di kantin saat jam istirahat.
"Ya, ngomong aja kalik vid" jawabku.
"Maaf ya sebelumnya" lanjutnya.
Aku memberhentikan kunyahanku. Aku penasaran,mimik wajahnya terlalu serius.
"Kenapa?" lanjutku.
"Maaf jika aku lancang, diam diam aku mencari tahu latar belakangmu. Aku tau semua tentangmu. Termasuk penyakitmu. Apakah kamu tau arti perhatianku selama ini?" jelasnya.
Aku terkejut, pikiranku melayang.
Bagaimana bisa penyakit yang selalu aku tutup - tutupi bisa terbongkar?
Aku terdiam, tanpa kusadari air mataku menetes. Nafsu makanku hilang.
"Aku ngga tau apa - apa vid. Aku tidak pernah berani untuk berharap lebih mangkanya aku tidak pernah berfikir apa parti perhatianmu. Karena aku tau, aku tidak sesempurna mereka" jelasku.
David menganggam tanganku. Ia menghapus air mataku.
"Aku ngga pernah minta kamu sempurna Nelia. Aku suka semangatmu. Aku menyayangimu melebihi rasa sayang seorang teman" lanjutnya.
Aku terkejut, aku terdiam. Bibirku tak sanggup berucap. Air mataku semakin dera.
David memandangku lalu mengusap air mataku.
Aku berusaha menjelaskan.
"Kamu tau semuanya kan? Apa kamu juga tau apa alasanku menutupi semuanya?" tanyaku.
David menggeleng, dari pancaran matanya aku bisa melihat rasa ingin tahunya.
"Karna aku taku kehilangan teman temanku, dan yang lebih penting lagi aku takut kehilanganmu David. Tanpa pernah aku minta dan aku mau, kamu adalah salah satu semangatku untuk terus menjalani hari. Maaf" jelasku sambil menangis.
"Aku tak pernah punya niat untuk meninggalkanmu Nelia. Terlepas dari satatus aku bukan siapa - siapamu. Aku bahagia jika aku adalah salah satu semangatmu. AKu tak pernah membutuhkan status untuk hubungan kita. Aku hanya membutuhkanmu untuk emngisi kekosongan di dalam hati ini. Percaya padaku, kamu tak perlu takut kehilanganku karena kamu tidak akan kehilanganku" jelas David.
Aku mengusap air mataku.
Entah bagaimana, aku mudah sekali percaya padanya. Mungkin karena dialah yang pertama membuatku yakin bahwa seorang teman pun tak akan meninggalkanku jika mereka mengetahui penyakitku.

----------------------------------------------------------------------------

Hari ini pengumuman kelulusan.
Tidak pernah kusadari aku menjadi siswi yang mendapatkan nilai tertinggi untuk kelulusan tahun ini.
Aku bahagia sekali.
Aku membuat orang yang menyayangiku bangga padaku.
Terutama ibu panti yang telah merawatku layaknya merawat anak kandungnya.
Kemudian, David. Satu - satunya laki laki sebayaku yang menjadi semangatku.
"Neliaaaa luluuuuuuuus" teriakku di tengah lapangan basket sekolahku.
Teman teman memberi selamat padaku, mungkin mereka mengetahui siapa yang mendapat nilai paling tinggi.
Aku menyambutnya dengan senyuman bahagia.
Aku memeluk ibu panti dan membagi kebahagiaanku.
Ibu panti mencium keningku sambil menangis terharu karena kebahagiaan.
Aku memeluk David, ia memberi ucapan untukku.
Hari ini, aku bahagia Tuhan.
Untuk kesekian kalinya, Terimakasih Tuhan telah memberiku kebahagiaan.

------------------------------------------------------------------------------------

Hari ini  adalah acara pelepasan siswa kelas 3 di sekolah SMPku.
Aku mengisi acar ini dengan bermain gitar dan bernyanyi.
Dari dulu, aku memang menyukai suara gitar yang selalu membuat hatiku tenang.
Dan membuatku mempunyai niat untuk bisa memainkannya dengan merdu.
Aku ingin mencoba kemampuanku bermain gitar selama ini, itulah alasanku mengisi acara ini.

Aku menunggu giliranku di belakang stage.
Aku mecoba menghilangkan rasa demam panggungku dengan mencoba menarikan jemariku di atas senar gitar.
Tapi lama kelamaan, aku merasa mataku berkunang kunang.
Aku menahanya, hingga seorang temanku menyadarkanku bahwa ini adalah giliranku.
Aku hanya berdoa agar bisa melewati ini semua.
Aku menaiki tangga di balik panggung.
Aku duduk di kursi yang di sediakan panitia.
Tak lama kemudian, alunan gitarku di dengarkan oleh banyak orang yang hadir di sekolah ini.
Tak pernah aku sadari, mereka memberiku standing applause.
Untuk keskian kalinya, aku merasa sangat bahagia diatas penyakitku.

----------------------------------------------------------------------------------

Hari ini adalah jadwalku kembali ke dokter spesialis penyakit kanker.
Aku tidak sendirian, aku di temani oleh ibu pantiku.
Setelah dokter memeriksaku, dokter menyuruhku menunggu hasilnya.
Hasilnya membuat dadaku nyeri.
"Sel kanker yanga da di tubuh kamu semakin menjadi, kamu hampir di kategorikan dalama kanker sel darah putih stadium 4" jelas dokter dengan mimik sedikit kurang enak.
ku hanya menunduk dan mencoba lebih tegar mendengarnya.
"Mungkin seminggu lagi kamu mulai menjalani kemotherapy seperti dulu lagi" lanjut sang dokter.
Aku menangis mendengar kenyataan yang harus kembali aku jalani.
Aku tak sanggup lagi emndengar penjelasan Dokter, aku memutuskan keluar dan merenung di taman belakang rumah sakit.
Aku membayangkan sakitnya tubuhku saat menjalani kemotherapy dan membuatku menyerah menghadapi kenyataan.
Aku membayangkannya, sangat sulit menerkanya.
Aku membutuhkan David saat ini.
Handphoneku mulai menghubunginya. Nada sambung yang terdengar membuatku semakin tidak sabar.
Lega rasanya, ketika suara David mulai muncul dari seberang sana.

"Halo David" sapaku sedikit terisak.
"Halo Neliaku, ada apa? Kamu kenapa?" jawabnya dari seberang sana sedikit khawatir.
"Kamu bisa ke rumah sakit biasa aku ke dokter ngga? Aku butuh kamu. Aku tunggu kamu di taman belakang rumah sakit ya." lanjutku.
"Iya iya aku kesana sekarang" lanjut David.

Aku setia menunggu David.
Hingga sosoknya mucul dan duduk di bangku ini bersamaku.
Aku memeluknya, aku menangis di bahunya.
David memelukku, ia menghapus air mataku.
"Hei udah jangan nangis. Kamu kenapa?" tanya David.
"Vid, aku.. aku takut" lanjutku.
"Takut kenapa Nel?"  tanya David.
"Dokter menyuruhku kembali menjalani kemptheraphy. Menurut hasil pemeriksaan sel kankerku sudah memasuki stadium4" lanjut dan kembali menangis di pelukan David.
"Jadi.. kamu? Udah jalanin aja, itu semua juga demi kamu kan. Ngga sakit kok, asal kamu punya semangat buat terus jalaninya. Sama seperti yang lalu - lalu." kata David sambil menghapus air mataku.
Aku tidak menjawab. Aku hanya menangis.

"Udah udah jangan nangis. Aku temenin kamu kemotheraphy ya" lanjutnya.
Aku terdiam. Semangatku mulai ada lagi. Senyumku sedikit mengembang.
"Beneran?" tanyaku.
David hanya mengangguk.

----------------------------------------------------------------------------

Hari ini aku menjalani kemotheraphy dan di temani dengan penyemangatku. David.
Ia rela kuremas tangannya saat aku merintih kesakitan.
Ia setia mendengar teriakanku saat obat kimia mulai menjalar di tubuhku.
Ia setia menghapus air mataku yang jatuh saat tubuhku sedikit menolak reaksi obat kimianya.
Sakit Tuhan. Sakit.


        Beberapa jam kemudian, aku keluar dari ruang kemotherapy menyakitkan itu.
Tubuhku lemas, rasa sakit yang amat sangat di rasakan sampai tulang.
Tapi, di sebelahku ada seorang malaikat tanpa sayap. David.
Tangannya masih setia menopangku, membantuku berjalan.
David mendudukanku di bangku ruang tunggu.
Ia membiarkan kepalaku bersandar di bahunya.
Ia membiarkan air mataku membasahi bajunya.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Entah bagaimana cerita Tuhan selanjutnya, aku hanya ingin berterimakasih pada Tuhan.
Memberiku penyakit yang hampir membunuhku. Lalu, mengirim malaikatnya untuk membantuku.
Aku hanya takut kehilangan semua yang sudah aku miliki.
Termasuk semangat hidupku.
Hanya tak bisa membayangkan bagaimana sakitnya, membiarkan malaikat di sampingku ini pergi jauh.
Hanya tak tahu akan bagaimana jika tangan yang membantuku berjalan ini tak ada lagi.
Entah, mana yang lebih menyakitkan? Melihat malaikatku berjalan menjauhiku atau menghilangkan penyakitku melalui kemotheraphy?
Yang jelas, sampai saat ini aku mempercayakan sepenuhnya perasaanku untuk malaikat tanpa sayapku ini.




Rain

Dulu.. hujan itu indah..
hujan itu sejuk..
hujan itu tenang..
Hujan adalah alunan musik Tuhan yang sangat merdu..
Hujan adalah kesakitan..
Hujan itu kuat, ia tegar..
Airnya jatuh dari langit dan menabrak tanah, sakit. Tapi menyenangkan..
Hujan itu merdu..
Semerdu alunan gitaarnya..
Hujan itu penuh kenangan..
Di setiap tetessnya menyimpan kenangan..
Di dalam suara tetesannya tersimpan rindu..
Di dalam awaan hitamnya tersimpan air mata..
Di dalam lebatnya tersimpan senyum indah..



Aku selalu berharap, bisa menari bersama Tuhan dan malaikatnya dalam hujan..
Aku menyukai hujan..
Sangat amat menyukai..
Aku selalu menikmati suaranya..
Menikmati tetesannya..
Menikmati rintihannya..
Aku selalu bahagia saat tetesannya jatuh menabrak tanah dan memunculkan semerbak bau sejuknya..
Aku selalu memperhatikan arahnya..
Merasakan dinginnya..
Lalu.....
Merasakan sakitnya..

Sabtu, 17 November 2012

Cinta?

Cinta? Apa itu cinta?
Cinta? Bagaimana rasanya?
Perih? Sakit? Atau bahkan sehat dan tanpa luka?
Cinta? Bahagia atau bersedih?
Cinta? Menyakiti atau di sakiti?
Cinta? Mengkhianati atau dikhianati?
Cinta? Mengerti atau di mengerti?
Cinta? Percaya atau di percaya?
Cinta? Cinta? Cinta?
Sulit di mengerti, kadang begini kadang juga begitu.
Tidak ada yang mengerti arti cinta sebenarnya.
Stoooooooopppppp!!!!!!

Mungkin, aku memang sama seperti banyak orang diluar sana.
Tak mengerti arti cinta sebenarnya.
Tapi... Aku punya definisi tersendiri untuk CINTA.

Menurut hatiku....
Cinta itu senyum dan air mata.
Cinta itu manis dan pahit.
Cinta itu terang dan gelap.

Dimana kita bisa tersenyum karena cinta.
Dimana kita dibuat tersedu-sedu oleh air mata karena cinta.

Ketika kita merasakan cinta semanis gula dan sepahit kopi tanpa gula.
Ketika kita merasa seterang bintang dan segelap awan hitam.
Cinta..........

Bisa membuat kita ingin waktu berputar sangat lambat.
Dan bisa membuat kita ingin memberhentikan waktu.
Membuat kita ingin memutar waktu.
Membuat kita ingin mempercepat putaran detik pada jam.
Membuat kita mengerti hidup.
Membuat kita mengerti takdir.
Membuat kita berharap, meski tau harapannya tak seiring dengan kenyataan.
Membuat kita bertanya, meski tau jawabannya menyesakkan dada.
Membuat kita menunguu, meski tau ia tak akan datang atau kembali.
Membuat air mata lebih berarti.Membuat senyum lebih bermakna.
Membuat mata berkaca-kaca karena bahagia dan kesakitan.
Membuat kita terbang ke langit paling ujung.
Membuat kita merasa terajatuh di papan penuh paku.Lukanya perih dan membekas.
Membuat kita yakin dan percaya.
Membuat kita tertawa lepas.
Membuat kita kecewa dan terkhianati.


Tapi untuk kesekian kalinya, aku merasakan cinta yng sangat manisndan pahit.
Cinta yang penuh kenangan dan cinta yang sementara.
Cinta memang sangat membingungkan, tapi..
Intinya CINTA ITU KESEDIHAN YANG TERTUNDA.
Kita dibuat melayang hingga lupa dengan bumi.
Tapi suatu saat kita pasti di jatuhkan.
Tapi...Mengapa banyak orang senang jatuh pada cinta?
Padahal cinta menyakitkan. Entahlah.